10 Film Horor Indonesia Terlaris, Rekor Penonton hingga 2026
Daftar Isi
- Daftar 10 Film Horor Indonesia Terlaris hingga 2026
- 1. KKN di Desa Penari
- 2. Agak Laen
- 3. Pengabdi Setan 2: Communion
- 4. Kang Mak (from Pee Mak)
- 5. Pabrik Gula
- 6. Pengabdi Setan
- 7. Qodrat 2
- 8. Badarawuhi di Desa Penari
- 9. Siksa Kubur
- 10. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur
- Cara Membaca Data Penonton
- Mengapa Horor Indonesia Sangat Diminati?
- Tren Horor Indonesia Setelah 2026
- FAQ
- Kesimpulan
Industri horor nasional terus menjadi salah satu penggerak utama box office Indonesia. Cerita berlatar tradisi lokal, adaptasi novel, komedi horor, hingga pengembangan semesta sinematik berhasil membawa jutaan orang kembali ke bioskop.
Daftar 10 Film Horor Indonesia Terlaris, Rekor Penonton hingga 2026 berikut disusun berdasarkan jumlah penonton bioskop Indonesia yang diumumkan rumah produksi atau diberitakan melalui kanal industri. Karena tidak tersedia satu basis data box office nasional yang diperbarui secara real-time, angka dibulatkan dan harus dipahami sebagai catatan publik, bukan audit pendapatan komersial.
Posisi masih dapat berubah apabila terdapat pembaruan data atau rilisan baru setelah 25 Oktober 2026. Pembaca yang ingin langsung memahami metodologinya bisa menuju cara membaca data penonton.
Daftar 10 Film Horor Indonesia Terlaris hingga 2026

| Peringkat | Judul | Tahun Rilis | Perkiraan Penonton Bioskop | |—|—|—:|—:| | 1 | KKN di Desa Penari | 2022 | 10,06 juta | | 2 | Agak Laen | 2024 | 9,12 juta | | 3 | Pengabdi Setan 2: Communion | 2022 | 6,39 juta | | 4 | Kang Mak (from Pee Mak) | 2024 | 4,86 juta | | 5 | Pabrik Gula | 2025 | sekitar 4,7 juta | | 6 | Pengabdi Setan | 2017 | 4,21 juta | | 7 | Qodrat 2 | 2025 | sekitar 4,1 juta | | 8 | Badarawuhi di Desa Penari | 2024 | 4,01 juta | | 9 | Siksa Kubur | 2024 | 4 juta | | 10 | Suzzanna: Bernapas dalam Kubur | 2018 | 3,35 juta |
> Catatan: Agak Laen dan Kang Mak dimasukkan karena keduanya memadukan horor dengan komedi serta menggunakan unsur supernatural sebagai bagian penting cerita. Klasifikasi seperti ini dapat berbeda antara distributor, platform, dan pengamat industri.
1. KKN di Desa Penari
Dengan capaian lebih dari 10 juta penonton, KKN di Desa Penari masih menjadi fenomena besar dalam sejarah bioskop nasional. Ceritanya berangkat dari kisah viral tentang sekelompok mahasiswa yang menjalani kegiatan kuliah kerja nyata di sebuah desa misterius.
Kekuatan utamanya bukan hanya terletak pada adegan menakutkan, tetapi juga pada rasa penasaran publik yang telah terbentuk jauh sebelum penayangannya. Strategi pemasaran, popularitas materi asli, dan pembicaraan di media sosial mengubahnya menjadi acara budaya populer.
Keberhasilan tersebut juga membuktikan bahwa film horor dengan identitas lokal dapat menjangkau penonton dalam skala yang sangat luas.
2. Agak Laen
Agak Laen menawarkan perpaduan komedi, persahabatan, dan rumah hantu. Ceritanya mengikuti empat sahabat yang mengelola wahana horor di pasar malam, lalu harus menghadapi masalah besar setelah seorang pengunjung meninggal di dalam wahana tersebut.
Capaian sekitar 9,12 juta penonton memperlihatkan besarnya pasar komedi horor di Indonesia. Unsur komedi membuat ceritanya lebih mudah dinikmati kelompok penonton yang mungkin tidak menyukai horor serius.
Statusnya sebagai horor memang sering diperdebatkan karena komedi menjadi unsur dominan. Namun, latar rumah hantu, kematian, dan gangguan supernatural membuatnya tetap relevan dalam pembahasan movie horor-komedi terlaris.
3. Pengabdi Setan 2: Communion
Joko Anwar melanjutkan teror keluarga Suwono melalui latar rumah susun yang gelap dan terisolasi. Skala cerita yang lebih besar, tata suara intens, dan atmosfer mencekam membantu Pengabdi Setan 2: Communion mengumpulkan sekitar 6,39 juta penonton.
Sekuel ini menunjukkan bahwa kelanjutan cerita horor dapat mencetak angka tinggi apabila dunia, karakter, dan konfliknya dibangun dengan konsisten. Kesuksesannya sekaligus memperkuat potensi pengembangan semesta Pengabdi Setan.
4. Kang Mak (from Pee Mak)
Kang Mak (from Pee Mak) merupakan adaptasi Indonesia dari produksi Thailand Pee Mak. Ceritanya menggabungkan horor, romansa, dan komedi tentang seorang tentara yang kembali kepada istrinya tanpa menyadari adanya rahasia mengerikan.
Dengan sekitar 4,86 juta penonton, adaptasi ini berhasil mendekatkan cerita aslinya kepada audiens lokal. Daya tarik pemain, humor yang mudah diterima, serta hubungan emosional pasangan utamanya membuat Kang Mak mampu menjangkau pasar keluarga dan penonton kasual.
5. Pabrik Gula
Terinspirasi dari cerita populer SimpleMan, Pabrik Gula membawa penonton ke lingkungan kerja musiman yang menyimpan aturan dan misteri supernatural. Latar pabrik memberikan identitas visual berbeda dibandingkan horor yang biasanya berlangsung di rumah, desa, atau sekolah.
Perolehan sekitar 4,7 juta penonton menempatkannya dalam kelompok produksi horor nasional dengan capaian komersial terbesar. Angka tersebut juga menegaskan bahwa nama penulis sumber dan popularitas cerita digital masih mempunyai pengaruh kuat terhadap keputusan menonton.
6. Pengabdi Setan
Dirilis pada 2017, Pengabdi Setan menjadi salah satu tonggak kebangkitan horor Indonesia modern. Produksi ini menafsirkan kembali judul klasik 1980 dengan pendekatan visual, karakter, dan atmosfer baru.
Kisah keluarga yang menghadapi teror setelah kematian sang ibu berhasil mengumpulkan sekitar 4,21 juta penonton. Lebih dari sekadar sukses komersial, judul ini ikut mendorong peningkatan standar tata suara, sinematografi, dan pembangunan dunia dalam horor nasional.
7. Qodrat 2
Qodrat 2 melanjutkan perjalanan Ustaz Qodrat dalam menghadapi ancaman supernatural. Perpaduan horor religi, aksi, dan drama personal menjadi karakter utama seri ini.
Capaian sekitar 4,1 juta penonton menunjukkan bahwa horor religi tetap memiliki basis penonton besar. Kehadiran karakter utama yang berkelanjutan juga memberi seri Qodrat peluang untuk berkembang sebagai waralaba, bukan sekadar kumpulan cerita terpisah.
8. Badarawuhi di Desa Penari
Badarawuhi di Desa Penari memperluas dunia KKN di Desa Penari dengan menempatkan Badarawuhi sebagai pusat cerita. Alih-alih hanya mengulang konflik sebelumnya, produksi ini mengeksplorasi mitologi, ritual, dan hubungan karakter dengan desa misterius tersebut.
Jumlah penontonnya mencapai sekitar 4,01 juta. Meskipun berada di bawah capaian judul pertama, hasil tersebut tetap memperlihatkan kuatnya daya tarik semesta Desa Penari.
9. Siksa Kubur
Siksa Kubur mengangkat pertanyaan tentang iman, kematian, trauma, dan konsekuensi moral. Pendekatannya cenderung lebih psikologis dan serius dibandingkan horor yang hanya mengandalkan kemunculan hantu atau kejutan visual.
Perolehan sekitar 4 juta penonton membuktikan bahwa tema berat tidak selalu membatasi jangkauan komersial. Diskusi dan perdebatan mengenai makna ceritanya turut memperpanjang percakapan publik setelah penayangan.
10. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur
Sosok Suzzanna mempunyai posisi khusus dalam sejarah horor Indonesia. Suzzanna: Bernapas dalam Kubur menghidupkan kembali citra ikonik tersebut melalui cerita balas dendam supernatural.
Dengan sekitar 3,35 juta penonton, judul ini menjadi contoh keberhasilan mengemas nostalgia untuk generasi baru. Penampilan Luna Maya, riasan karakter, dan elemen yang mengingatkan pada horor klasik menjadi bagian penting dari daya tariknya.
Cara Membaca Data Penonton
Peringkat di atas menggunakan jumlah tiket atau penonton, bukan nilai pendapatan kotor. Dua produksi dengan jumlah penonton serupa belum tentu menghasilkan pendapatan yang sama karena harga tiket berbeda menurut kota, jaringan bioskop, format studio, dan waktu penayangan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
- Angka penonton biasanya berasal dari pengumuman rumah produksi atau distributor.
- Pembulatan dapat menyebabkan selisih kecil antara satu publikasi dan publikasi lainnya.
- Penayangan ulang tidak selalu dicatat dengan metode yang seragam.
- Data streaming tidak digabungkan dengan jumlah penonton bioskop.
- Genre campuran seperti komedi horor dapat menghasilkan klasifikasi berbeda.
- Rilisan menjelang atau setelah 25 Oktober 2026 masih mungkin mengubah susunan peringkat.
Dengan demikian, daftar ini lebih tepat digunakan sebagai gambaran skala popularitas, bukan laporan keuangan resmi.
Mengapa Horor Indonesia Sangat Diminati?
Cerita lokal terasa dekat
Mitos desa, pantangan adat, ritual, makam, rumah tua, dan kepercayaan masyarakat membuat konflik terasa akrab. Kedekatan tersebut sering menghasilkan ketakutan yang lebih efektif daripada konsep supernatural yang sepenuhnya asing.
Biaya produksi relatif fleksibel
Horor bisa dibuat dalam berbagai skala. Sebuah proyek tidak selalu membutuhkan lokasi sangat banyak atau efek visual mahal selama mempunyai atmosfer, karakter, dan tata suara yang kuat.
Mudah membangun percakapan publik
Horor mendorong penonton membahas teori, simbol, akhir cerita, dan pengalaman menonton. Percakapan di media sosial kemudian memperkuat promosi dari mulut ke mulut.
Cocok dikembangkan menjadi waralaba
Keberhasilan Pengabdi Setan, Desa Penari, dan Qodrat memperlihatkan bahwa dunia supernatural dapat diperluas melalui sekuel, prekuel, atau cerita sampingan. Akan tetapi, ekspansi harus tetap didukung naskah yang kuat agar tidak mengandalkan popularitas merek semata.
Tren Horor Indonesia Setelah 2026
Persaingan pada periode berikutnya diperkirakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah adegan mengejutkan. Penonton semakin memperhatikan kualitas skenario, konsistensi mitologi, desain suara, dan perkembangan karakter.
Beberapa tren yang berpotensi berlanjut meliputi:
Untuk pilihan tontonan lokal lintas genre, pembaca dapat melihat 12 film Indonesia di Netflix 2026, dari horor hingga romantis. Penggemar sinema Asia juga dapat mempertimbangkan 11 film Jepang terbaru 2026 yang wajib masuk daftar tontonan.
Untuk informasi umum di luar daftar box office ini, tersedia pula rujukan bertajuk link terbaru. Tautan tersebut bukan sumber verifikasi angka penonton dalam pemeringkatan di atas.
FAQ
Apa film horor Indonesia terlaris hingga 2026?
Berdasarkan angka penonton bioskop yang telah diumumkan secara publik, KKN di Desa Penari berada di posisi teratas dengan sekitar 10,06 juta penonton.
Apakah Agak Laen termasuk film horor?
Agak Laen dapat dikategorikan sebagai komedi horor karena menggunakan latar rumah hantu, kematian, dan unsur supernatural. Namun, sebagian penonton atau basis data mungkin menempatkannya terutama sebagai komedi.
Apakah jumlah penonton sama dengan pendapatan box office?
Tidak. Jumlah penonton menghitung tiket yang terjual, sedangkan pendapatan box office memperhitungkan nilai uang dari penjualan tiket. Harga tiket dapat berbeda menurut lokasi, jaringan bioskop, hari, dan format studio.
Mengapa data antar-sumber bisa berbeda?
Perbedaan dapat muncul akibat waktu pencatatan, pembulatan, penayangan tambahan, atau pembaruan dari distributor. Karena itu, angka dalam daftar ini ditampilkan sebagai angka publik atau estimasi yang dibulatkan.
Apakah jumlah penonton platform streaming ikut dihitung?
Tidak. Peringkat ini berfokus pada penonton bioskop Indonesia. Data penayangan dari Netflix atau platform lainnya menggunakan sistem pengukuran berbeda dan tidak dapat langsung digabungkan.
Apakah peringkat ini masih bisa berubah?
Ya. Rilisan baru, penayangan ulang, atau koreksi angka resmi dapat mengubah posisi. Daftar ini merupakan snapshot editorial dengan konteks tanggal 25 Oktober 2026, bukan papan box office langsung.
Kesimpulan
Daftar 10 Film Horor Indonesia Terlaris, Rekor Penonton hingga 2026 memperlihatkan bahwa genre horor telah berkembang menjadi kekuatan utama industri layar lebar nasional. KKN di Desa Penari memimpin dengan lebih dari 10 juta penonton, diikuti Agak Laen dan Pengabdi Setan 2: Communion.
Keberhasilan judul-judul tersebut lahir dari kombinasi cerita lokal, pemasaran efektif, karakter kuat, dan pengalaman komunal di bioskop. Komedi horor juga memperluas pasar dengan menawarkan ketegangan yang lebih ringan dan mudah dinikmati bersama.
Peringkat dapat berubah mengikuti pembaruan data dan kehadiran rilisan berikutnya. Namun, satu hal sudah terlihat jelas: horor bukan lagi genre pelengkap, melainkan salah satu fondasi utama perfilman Indonesia.

